Jump to content

All Activity

This stream auto-updates

  1. Earlier
  2. Pertanyaan ini mirip sekali dengan yang pernah ditanyakan kepada Imam as-Samarqandi. Dalam Durratun Nashihin (hlm. 47) disebutkan: سئل الامام الفقيه ابو اللية السمرقندي عن الوالدين إذا ماتا ساخطين على الولد هل يمكن ان يرضيهما بعد وفاتهما؟ Imam yang berkompeten dalam bidang fikih, yakni Abu Laila as-Samarqandi pernah ditanya perihal orangtua. Pertanyaannya begini, "Bila orangtua meninggal, sedangkan anaknya durhaka, bisakah mendapat rida orangtua setelah kematiannya?" قيل يمكن بثلاثة اشياء: Beliau menjawab, "Bisa, dengan tiga cara," yaitu: اولها ان يكون صالحا..
  3. Ada kasus. Seseorang selama hidupnya orangtuanya selalu durhaka. Dia insaf setelah orangtuanya meninggal. Lantas, bagaimana cara dia berbakti kepada orangtuanya? Apakah dia bisa meminta maaf kepada orangtuanya yang sudah meninggal?
  4. Perlu diketahui, bahwa wewangian itu disenangi malaikat, sedangkan setan bila menciumnya akan lari terbirit-birit. Mengapa demikian? Karena kecenderungan pada wewangian atau menghindarinya sudah mendarah-daging dalam setiap jiwa. Bila berjiwa baik, pasti menyukai wewangian. Bila berjiwa buruk, pasti menyukai bau busuk. Dalam Faidhul-Qadir (III/395) dijelaskan: (وأن يمس من طيب أهله) أي حلائله (إن كان) متيسرا لأن الملائكة تحبه والشيطان ينفر منه وأحب شيء إليه الريح المنتن والكريه فالأرواح الطيبة تحب الريح الطيب والخبيثة الخبيث وكل روح تميل إلى ما يناسبها
  5. Sering saya lihat, para kiai memakai minyak wangi. Kenapa demikian? Apa alasannya?
  6. Version 1.0.0

    7 downloads

    Kitab Syari'atullah al-Khalidah merupakan salah-satu kitab karya Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Maliki yang kerap dipakai di Indonesia sebagai mata pelajaran. Kitab ini fokus kepada sejarah perjalanan syariat Islam. Dikenal dengan istilah tarikh tasyri'.
  7. Sama seperti azan. Sama-sama disunnahkan. Cara jawabnya pun sama.
  8. Sejak kecil kita diajarkan untuk menjawab azan. Kita tahu cara jawabnya. Nah, untuk Iqamah bagaimana? Apa sunah dijawab? Caranya bagaimana?
  9. Izin saya ikut nimbrung. Nabi Muhammad dalam sebuah hadis bersabda مَا خَـــــــابَ مَنْ اِسْــــتَــــخَارَ وَلَا نَدَمَ مَنْ اِسْتَشَارَ وَلَا عَالَ مَنْ اِقْتَصَدَ. Orang yang selalu melaksanakan salat istikharah, maka tidak akan kecewa. Orang yang selalu bermusyawarah tidak akan menyesal. Orang yang hemat tidak akan mengalami kekurangan dalam kehidupannya. (Hadits diriwayatkan oleh: Sahabat Anas bin Malik RA) Disebutkan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin bahwa sebagian dari orang ahli hikmah berkata: مَنْ أُعْطِيَ أَرْبَعًا لَمْ يُمْنَعْ أَرْبَعًا مَنْ أُعْطِيَ الشُّكْـــ
  10. Emang fungsi salat istikharah seperti apa?
  11. Salat istikharah merupakan media PDKT kepada Allah (taqrrub ilal-lah). Tujuannya, meminta petunjuk atas hajat masa mendatang. Segala sesuatu yang membutuhkan pertimbangan itu, sunnah salat istikharah terlebih dahulu. Karena hanya Allah yang bisa tahu pilihan paling tepat kepada kita. Karena sesuatu yang kita sukai belum tentu terbaik untuk kita. Setelah istikharah seorang tidak tentu kalau mendapat petunjuk lewat mimpi, kadang oleh Allah tidak diberi mimpi akan tetapi jalan untuk menuju ke hal yang kita istikharah menjadi sangat mudah (berarti itu jodoh), adakalanya diberi jalan yang suli
  12. Saya pernah dengar perihal shalat istikharah, tetapi tidak tau caranya. Bagaimana sebenarnya tata cara shalat istikharah?
  13. Imam an-Nawawi dalam Majmu' Syarhil-Muhadzab (II/177) menjelaskan sebuah hadis yang berbunyi: كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم إذا صلَّى الفجرَ جلَس في مُصلَّاه حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ وكانوا يجلِسونَ فيتحدَّثونَ ويأخُذونَ في أمرِ الجاهليَّةِ فيضحَكونَ ويتبسَّمُ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم "Rasulullah saw tidak beranjak dari tempat shalatnya hingga matahari terbit, yang mana ia shalat subuh di tempat tersebut. Tatkala matahari telah terbit, barulah ia berdiri. Jabir berkata: para sahabat bercakap-cakap membicarakan mengenai jahiliyah kemudian mereka tertawa, sedangkan Nabi Muhammad t
  14. Soalnya, tiap malam biasanya teman-teman saya pergi ke masjid sebatas mengobrol sesuatu yang tidak penting. Yang dibicarakan tidak ada kaitannya dengan urusan agama. Bagaimana hukumnya?
  15. Dalam kasus dosa Nabi Adam dengan dosa Iblis, Allah sangat obyektif dalam menentukan siapa yang dimaafkan. Karena antara kasus Nabi Adam dan kasus Iblis tidak sama. Dalam kasus Nabi Adam: Beliau mengakui dirinya berbuat dosa Menyesali perbuatannya Menyalahkan dirinya Segera bertobat Tidak putus asa mengharap rahmat Allah Sedangkan Iblis: Dia tidak mengaku Tidak menyesal Tidak mencela dirinya Tidak segera bertobat Putus asa dari rahmat Allah Ini sebagaimana diterangkan dalam kitab Tanbihul-Ghafilin (hlm. 179), lengkapnya
  16. Apakah Allah pilih kasih? Apakah Allah gak adil? Antara adam dan iblis kan sama-sama berbuat dosa? Ngapain Allah memaafkan adam, sedangkan iblis tidak? Kok, sangat tidak obyektif? Apakah memang Allah dalam memaafkan perbuatan dosa itu selalu subyektif?
  17. Apa bedanya antara sebab dengan syarat? Jelaskan juga pengertian mani'
  18. Imam as-Sanusi dalam kitab yang sama (hal. 34), juga memerinci satu-persatu dari thalab, ibahah, dan wadha'. Berikut penjelasannya: Yang tergolong thalab ada empat: Wajib: wajib adalah perintah untuk mengerjakan sesuatu dengan perintah yang jazim. Misalnya, lima rukun Islam, meliputi, syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Sunah: sunah adalah perintah untuk mengerjakan sesuatu dengan perintah yang tidak jazim. Misalnya, salat sunah fajar. Haram: haram adalah larangan mengerjakan sesuatu dengan larangan yang jazim. Misalnya, menyekutukan Allah. Makruh: makruh ada
  19. Coba jangan pakai istilah asing. Apa itu thalab, ibahah, dan wadha'?
  20. Dalam Syarah Ummul-Barahin (hal. 33) Imam as-Sanusi saat menyampaikan macam-macam hukum, beliau menjelaskan bahwa hukum syariat adalah khithab Allah yang berkaitan dengan pekerjaan orang mukalaf. Khithab itu ada kala berupa thalab, ibahah, dan wadha'. Jadi, bila ada yang mengatakan bahwa syariat merupakan aturan Allah yang mengatur tingkah laku orang muklaf, maka, ya, sah-sah saja.
  21. Sering saya dengar bahwa syariat adalah tuntunan pekerjaan, atau bisa dikata syariat Islam bertujuan untuk mengatur perbuatan dan tingkah laku. Apa itu bisa dibenarkan? Apa itu juga ada referensinya?
  22. Bila ada kasus begitu, maka sesuai kaedah al-ashlu baqau ma kana ala ma kana maka ambil yang yakin saja. Alias, bila dia sudah jelas-jelas punya wudu, api ragu apa batal apa enggak, maka berarti dia punya wudhu. Sebaliknya, jika dia hadas, lalu dia ragu apa dia wudhu apa enggak, maka berarti hadas.
  23. Sekadar nyoba mosting!
  24. Terimakasih telah berkunjung!
  1. Load more activity


×
×
  • Create New...