Jump to content

Miromly

Members
  • Content Count

    34
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    10

Miromly last won the day on October 26

Miromly had the most liked content!

Community Reputation

26 Excellent

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. Saya pernah menulis topik tersebut dengan judul Tinggalkan yang Dilarang Nabi, bukan yang Ditinggal Nabi berarti Dilarang. Silahkan dibaca!
  2. Secara garis besar ajaran Wahabi yang bertentangan dengan Aswaja sebagaimana berikut: Pantang bermazhab, padahal ciri-khas Aswaja ialah bermazhab. Segala yang ditinggalkan Nabi, berarti dilarang. Padahal, belum tentu yang ditinggalkan nabi berarti dilarang. Menisbatkan sifat yang tidak pantas kepada Allah, seperti tangan, bersemayam, muka dls. Sedangkan Aswaja menakwil atau men-tafwitdh, tanpa menyematkan sifat yang tidak pantas kepada Allah. Dari tiga poin di atas, berkembanglah beragam ajaran menyimpang Wahabi.
  3. Ada sebuah hadis berkaitan dengan lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim. Hadis tersebut diceritakan oleh sahabat Nabi Muhammad Abu Musa al-Asy'ari. Bunyi hadisnya sebagaimana berikut:
  4. Dari judul tulisan ini, kalian yang tergolong orang pesantren, sudah bisa menebak bahwa yang akan saya sampaikan adalah sabda nabi perihal iri yang diperbolehkan. Hadis tersebut sebagaimana berikut: Jadi, kita boleh hasud kepada dua orang berikut ini: Orang kaya-raya yang mendermakan hartanya. Orang berilmu yang menyelesaikan masalah, serta menyebarkan ilmunya. Namun, bukan sekadar menyampaikan hadis tersebut, saya juga akan menyampaikan maksud hasud (حَسَد) yang ada dalam hadis tersebut. Imam an-Nawawi menyampaikan bahwa maksud hasud dalam hadis tersebut ialah ghib
  5. Banyak hadis yang menerangkan perihal ibadah Nabi Muhammad di bulan Ramadan. Khususnya, iktikaf Nabi Muhammad saat sepuluh terakhir bulan Ramadan. Salah-satu hadisnya berbunyi: Namun, yang unik adalah ketika beliau berpulang ke rahmat Allah, istri-istri beliau melanjutkan ibadah tersebut. Kisah ini tertuang dalam hadis yang berbunyi: Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari dua hadis di atas? Selain perihal iktikaf, kita bisa memetik hikmah bahwa kebaikan seseorang seyogyanya dilestarikan, meskipun orang tersebut sudah meninggal dunia. Juga, saat kita melakukan segala perbu
  6. Kali ini saya akan membahas perihal hal-ihwal yang membatalkan puasa. Kabanyakan masyarakat suadah tahu, bahwa makan-minum tergolong hal-hal yang membatalkan puasa. Namun, banyak yang tidak mengetahui perkara yang membatalkan puasa selain makan dan munum. Berikut perkara yang membatalkan puasa: Mulut, telinga, hiduang dan lubang yang lain kemasukan sesautu. Meski pun bukan makan dan minum. Seperti, kemasukan air ketika berenang. Sengaja muntah. Mengeluarkan mani dengan sengaja, seperti onani dls. Haid dan nifas Gila Keluar dari Islam Jika melakukan
  7. Lahaula wala quwata illa billahil aliyil adzim artinya adalah tiada zat yang mampu memalingkan dari maksiat dan yang menguatkan untuk melakukan ibadah (ketaatan) kecuali Allah Zat Yang Mahaluhur dan Mahamulia. Pengertian semacam ini saya dapatkan dalam kitab Durrul-Mantsur (5/393), adikarya Imam as-Suyuthi. 'Ibarat-nya sebagaimana berikut:
  8. Penelitian yang sementara ini saya temui menyimpulkan bahwa kerajaan Islam pertama di Indonesia ialah Kesultanan Perlak (Aceh), yang sudah ada semenjak abad ke-10 M. Kepemeritahannya berkisar pada tahun 976-1012 M. Masyhurnya, slogan yang disematkan kepada rajanya ialah malik ash-sahalih.
  9. Jika yang kamu maksud adalah benda pusaka peninggalan orang saleh, maka hal itu memang sudah biasa sejak zaman dahulu. Hal tersebut bukanlah bidah yang mungkar. Semisal hadis berikut ini: Untuk lebih lengkapnya, saya pernah menulis terkait hal semacam itu di Mustaqim.NET. Anda dapat membaca artikel berikut ini: Tidak Syirik, Menjadikan Keris Sebagi Azimat Tidak Syirik; Memiliki Azimat dan Makhluk Ghaib
  10. Hijriyah terkenal dengan istilah qamariyah (rembulan). Karena mememang penentuannya menggunakan perputaran rembulan. Berbeda dengan kalender Masehi, yang terkenal dengan sebutan syamsiyah (matahari). Karena memang mengikuti perputaran matahari. Nah, dari sini jelas, bahwa karena Hijriyah mengikuti keadaan bulan, maka dapat dipastikan bahwa saat bulan hijriyah menunjukkan angka 15, maka rembulan dalam keadaan purnama. Mengapa demikian? Klik di sini!
  11. Jika yang Anda maksud adalah akulturasi budaya, Anda dapat membaca dua postingan ini: Konsep Tasyabuh dalam Islam Akulturasi Budaya
  12. Beliau adalah salah satu istri Nabi Muhammad, sebagaimana tercantum dalam nazam Aqidatul-Awam berikut ini:
  13. Ateisme dilarang tumbuh dan berkembang di Indonesia karena Indonesia merupakan negara ketuhanan (sila pertama Pancasila). Sedangkan ateisme tidak berketuhanan. Sangat tidak cocok dengan ketuhanan.
×
×
  • Create New...