Jump to content

zali

Members
  • Content Count

    13
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

zali last won the day on October 18

zali had the most liked content!

Community Reputation

7 Neutral

1 Follower

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

  1. hukum tahlilan adalah sunah. sedangkan dalilnya secara terperinci telah kami jelaskan di sini: https://annajahsidogiri.id/tahlilan-memiliki-landasan-syariat/ https://annajahsidogiri.id/tahlilan-memiliki-landasan-syariat-2/ https://annajahsidogiri.id/tahlilan-memiliki-landasan-syariat-3/ https://annajahsidogiri.id/tahlilan-memiliki-landasan-syariat-4/ https://annajahsidogiri.id/mempertanyakan-legalitas-tahlilan/
  2. banyak. namun yang paling masyhur adalah membagi tauhid menjadi tiga; rububiyah, uluhiyah dan asma wasifat. atau juga bias dicek di kitab beliau, Iqtidau Sirathil Mustaqim. beliau mengkafirkan orang yang ziyarah kubur karena dianggapnya syirik keapada Allah. beliau juga mengatakan bahwa orang yang tidak berbahasa Arab adalah orang munafik dan lain sebagainya.
  3. setahu saya zahrah artinya bunga. sedangkan jamaknya adalah azhar
  4. ke-3 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ نَزَّلَ عَلٰى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢ بَعِيْدًا
  5. dalam memaknai ayat muhkam dan mutasyabih, ulama berbeda pendapat. namun pendapat yang paling banyak mengatakan bahwa muhkam adalah ayat yang bisa dipahami maknanya secara zahir. sedangkan mutasyabih adalah ayat yang maknanya samar. pembahasan muhkam dan mutasyabih ini nantinya akan merembet pada pembahasan mujassimah (aliran yang menyerupakan Allah dengan makhluk). sebab mereka menolak dua metode yang resmi diakui oleh Nabi dan para shahabat; tafwid dan takwil. contoh gampangnya ayat mutasyabih adalah :ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ ayat tersebut kalau dipahami pakai paham muja
  6. memang orang haid tidak boleh baca al-Quran, baik itu yasin ataupun surat lainnya. Begitupun orang yang nifas, juga tidak boleh. Kecuali, apabila seperti hafidzah (Perempuan penghafal Quran) maka boleh membacanya dengan niat zikir. refrensi: Tuhfatuth-Thullab
  7. makanya Nabi bersabda: Tafakkaru fi kholqillah wala tatafakkaru fi dzatillah (Berpikirlah tentang makhluk Allah. dan jangan memikirkan dzat Allah)
  8. kata Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin, dalam Haqqul-Adam (Hak manusia), semisal menggibah, maka syarat penghapusan dosa pertama adalah meminta maaf terhadap orang uang di zalimi
×
×
  • Create New...