Jump to content

Naushad

Members
  • Content Count

    9
  • Joined

  • Last visited

Community Reputation

0 Neutral
  1. Saya sepakat dengan jawaban Anda. Saya cukup baca simpulannya saja. Soal perinciannya, agak mbulet bagi kami
  2. Begini seharusnya, brow, dalam menjawab ini. Jika yang ditanyakan adalah mimpi, seharusnya, kita meniscayakan keberadaan takbir mimpi. Karena dalam al-Quran ada. Juga, para ulama banyak yang menjadi penafsir mempi. Seperti Ibnu Sirrin. Jadi, kita harus mengatakan bahwa bila ada yang bermimpi kejatuhan tikus pertanda apa, ya, tinggal ikut ulama saja. Namun, yang menjadi permasalahan di sini ialah: adakah sekarang yang bisa menakbiri mempi? Adakah orang yang selevel dengan Ibnu Sirrin? Jika tidak ada, apakah penafsir dikatakan sok tahu? Itu harus terjawab!
  3. Jika hidup tidak lengkap tanpa pendamping, maka hal utama dalam kehidupan ini adalah iman dan pendampingnya adalah apa?
  4. Saya izin bertanya, ustaz-ustaz sekalian. Segala hal pastinya memiliki landasan atau dalil tersendiri. Kalau aqidah Islam bagimana? Aqidah Islam memiliki landasan hukum yang kuat yakni apa?
  5. Saya dimintai untuk memberi nama anak orang. Kebetulan bayinya perempuan. Akhirnya saya teringat dengan nama Fatimah az-Zahra, salah-satu putri Rasulullah SAW. Yang ingin saya tanyakan, apa sebenarnya arti nama Zahra?
  6. Saya ingin tahu tata cara tawasul maulid ad diba'i, apakah dari antum sekalian memiliki teksnya?
  7. Saya ingin nanya, gimana cara tawasul sebelum membaca al qur'an. Soalnya, saya ingin tahu gimana kalo orang pesantren bertawasul.
  8. Saya yang masih bertanya-tanya, kenapa Ahlusunnah itu bermazhab. Padahal, Allah hanya menyuruh untuk ikut nabi. Bukan mazhab. Juga, kenapa harus 4 mazhab. Mujtahid itu banyak. Ulama banyak. Kenapa hanya empat yang diikuti. Golongan ahlussunnah wal jamaah mengikuti madzhab empat karena cara dan hasil ijtihadnya bagaimana? Apa memang ada keistimewaan khusus dari keempat imam tersebut?
×
×
  • Create New...