Jump to content

Kenapa Allah Memaafkan Adam, sedangkan Iblis Tetap Dilaknat?


Recommended Posts

Dalam kasus dosa Nabi Adam dengan dosa Iblis, Allah sangat obyektif dalam menentukan siapa yang dimaafkan. Karena antara kasus Nabi Adam dan kasus Iblis tidak sama. 

Dalam kasus Nabi Adam:

  1. Beliau mengakui dirinya berbuat dosa
  2. Menyesali perbuatannya
  3. Menyalahkan dirinya
  4. Segera bertobat
  5. Tidak putus asa mengharap rahmat Allah

Sedangkan Iblis:

  1. Dia tidak mengaku
  2. Tidak menyesal
  3. Tidak mencela dirinya
  4. Tidak segera bertobat
  5. Putus asa dari rahmat Allah

Ini sebagaimana diterangkan dalam kitab Tanbihul-Ghafilin (hlm. 179), lengkapnya sebagaimana berikut:

ويقال: قبلت توبة آدم عليه الصلاة والسلام لخمس خصال، ولم تقبل توبة إبليس لعنه الله لخمس خصال، فآدم أقرّ على نفسه بالذنب، وندم عليه، ولام نفسه وأسرع بالتوبة ولم يقنط من رحمة الله تعالي. ﻭﺇﺑﻠﻴﺲ ﻟﻌﻨﻪ اﻟﻠﻪ ﻟﻢ ﻳﻘﺮ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻨﺪﻡ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﻠﻢ ﻧﻔﺴﻪ، ﻭﻟﻢ ﻳﺴﺮﻉ ﻓﻲ اﻟﺘﻮﺑﺔ، ﻭﻗﻨﻂ ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.
 

 

Link to post
Share on other sites

Nimbrung dalam diskusi

Anda dapat memposting sekarang dan mendaftar nanti. Jika Anda memiliki akun, masuk sekarang untuk mengepos dengan akun Anda.

Guest
Balas topik ini ...

×   Pasted as rich text.   Paste as plain text instead

  Only 75 emoji are allowed.

×   Your link has been automatically embedded.   Display as a link instead

×   Your previous content has been restored.   Clear editor

×   You cannot paste images directly. Upload or insert images from URL.

×
×
  • Create New...